DAFTAR GRATIS

ads

Ads

ads
Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 22 Februari 2020

CALON PRESIDEN 2024 SIAPAKAH DIA ? Dan Apakah Dia Sanggup Melanjutkan Visi Dan Misi Presiden Jokowi

NAMA GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN Menjadi salah satu kandidat kuat untuk Pilpres 2024. Nama Anies masuk dalam jajaran capres potensial di beberapa lembaga survei.


GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN



JAKARTA - Pada Juli 2019, LSI DENNY JA Menempatkan Anies masuk dalam liba belas nama kandidat capres 2024. Dalam survei yang melibatkan 2.000 respon itu, Anies sejajar dengan sejumlah tokoh lain seperti Gubernur jawa tengah Ganjar Pranowo,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil,Kapolri Jendral Tito Karnavian Dan Ketua Umum partai Gerindra Prabowo Subianto.

Begitulah survei Indonesia Barometer pada april tahun lalu,Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qadari menyebutkan secara langsung gamblag Anies Sebagai calon presiden terkuat untuk 2024.

Namun Tren positif tersebut diprediksi tak selamanya akan didapat Anies,Pada 2022, Aneis akan meletakan jabatanya sebagai Gubernur DKI Jakarta. sedangkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang pilkada menegaskan bahwa 2020 bakal menjadi pilkada terakhir,Pilkada 2020 dan 2023 akan diserentakan dengan pada November 2024,bersamaan dengan pilpress.

Artinya, Anies akan Nonjob dan gagal memperpanjang kekuasaan, setidaknya untuk merawat popularitas, Posisi strategis di publik itu hilang terhitung  oktober 2020.

Pengamat politik universitas  AL-AZHAR INDONESIA Ujang Komarudin mengatakan hal ini akan menjadi kerugian besar bagi Anies.

"Kita ini kan masih menganut power center, kekuasaan itu menjadi pusat segalanya,  oleh karena jabatan menjadi penting, ingat dulu bagaimana Jokowi menjadi Presiden karena Gubernur DKI Jakarta,lalu sebelumnya Wali kota Solo," 
Kata Ujang Komarudin.

Posisi Anies, Kata dia,makin berat dengan statutsnya yang bukan penguasa partai politik.dia juga diperkirakan tidak punya modal finansial yang besar sebagai pengangan mencalonkan diri di 2024.

Ujang menjelaskan nasib Anies bisa menjadi seperti mantan panglima besar TNI Gatot Nurmantyo,Gatot yang menjadikan dirinya sebagai potensial di 2019, Meredup usai dicopot dari jabatanya sebagai panglima.

"ketika tidak punya kekuasaan,akan butuh perjuangan lebih keras,kalau tidak,akan dikerjai oleh lawan-;awan politiknya "



Direktur Indonesia popular survey Silvanus Alvin menilai hilangnya kesempatan periode kedua merupakan pukulan telak bagi Anies, Namun disaat yang sama, hal ini jadi keungutngan bagi Presiden Joko Widodo,

Jokowi akan mendapatkan peran kunci untuk menentukan penjabat kepala daearah penganti Anies, dengan begitu, ia punya peluang besar memuluskan jalan kandidat yang di ia kehendaki.

"Aturan ini memberikan political leverage untuk Jokowi. dia tentu ingin Legacy nya jalan terus, pemindahan ibu kota itu bukan policy lima tahun, perlu dikawal,"

"Saya yakin Jokowi akan menjadi king Maker dan memilih kandidat yang meneruskan kebijakannya itu,"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar